Tentang Pemilu 9 April 2014

Kurang lebih sebulan lagi rakyat Indonesia dihadapkan pada sebuah pesta dengan nama Pesta Demokrasi. Tentu yang namanya pesta tidak semua bergembira dengan kehadirannya. Kenapa bisa begitu? Ya, bagi para penggemar pesta-pestaan (apapapun itu) akan sangat bergembira ketika mendengar akan adanya pesta. Lain hal bagi yang tidak suka dengan yang namanya pesta (bahkan ada yang alergi) tentu jangankan menghadiri, mendengar namananya saja sudah terbayang hiruk pikuk keramaian yang tidak membuat nyaman perasaan. Ini satu hal tentang Pesta Demokrasi, sebenarnya masih banyak hal-hal teknis lain yang sangat mempengaruhi terhadap apa yang disebut pesta.

Baiklah, Pesta Demokrasi atau bahasa resminya adalah Pemilu (Pemilihan Umum) yang akan diadakan 9 April 2014 nanti adalah dalam rangka memilih calon-calon anggota hewan Dewan Perwakilan Rakyat baik tingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten/kotamadya. Nah, di sini letak titik kritis atau malah krisisnya ya? Kok bisa disebut titik kritis atau malah titik krisis? Titik Kritis di sini tentu menyangkut hal-hal yang memang harus dikritisi dari pesta ini sendiri, baik dari segi pelaksanaannya, hasil yang diharapkan, proses-proses pendahuluan, pelaksanaan, dan pasca pemilu yang lebih banyak menguras energi dan lain sebagainya sampai pada titik bahwa pemilu tidak jarang berujung pada melayangnya nyawa manusia yang (katanya) tidak berdosa. Titik krisis, terjadi dan pasti bahkan sudah terjadi sebelum pesta ini ketika menurut ane sebagian besar Rakyat Indonesia sudah tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap lembaga perwakilannya.

Jadi, bagaimana dengan sikap kita?
Hidup itu pilihan :) ya pilihan untuk memilih hitam atau putih, untuk tidak memilih keduanya atau banyak lagi pilihan-pilihan lain yang sebenarnya bisa jadi tidak perlu kita pilih. Di sini saya tidak mengajak untuk GOLPUT, karena ada yang bilang golput itu haram (entah fatwa dari mana ane pura-pura lupa), ada yang mengatakan golput itu perbuatan setan (Wow, yang ini perlu tabayun ke setan). Betul, saya tidak mengajak GOLPUT kaena kita tidak boleh GOLPUT tetapi kita harus punya PILIHAN yang tepat sesuai dengan keyakinan kita masing-masing.

Apa pilihan tepat saat ini?
Jawabannya dikembalikan kepada kita. Apa yang tepat buat kita? kira-kira begitu. Ya sudahlah bagi yang mau memilih pilihlah manusia, ingat manusia ya! jangan lagi memilih hewan-hewan yang kerjanya hanya...ya seperti hewan. Kalau nggak ada manusia yang patut dipilih? kembali lagi kita punya PILIHAN untuk itu. Buat yang tidak mau memilih dengan alasan apapun ya monggo silakan. Tentu punya alasan tersendiri untuk melakukannya (kan katanya demokratis he..he..)

Hidup itu adalah pilihan kawan. Pilihan itu banyak sekali dan pada situasi tertentu pilihan itu sebenarnya tidak selalu harus memilih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tentang Pemilu 9 April 2014"

Posting Komentar

Silakan layangkan kritik,saran, cendol de el el