10 Nasihat Lukman Al-Hakim dalam Al Quran

Nasihat Agar Tidak Musyrik kepada Allah SWT
Disebutkan kisahnya oleh firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 13)
Artinya : "Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Lukman berpesan kepada anaknya sebagai orang yang paling disayanginya dan paling berhak mendapat pemberian paling utama dari pengetahuannya. Oleh karena itulah, Lukman dalam nasihat pertamanya berpesan agar anaknya menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan dengan sesuatu pun seraya memperingatkan kepadanya : (QS.Luqman [31]: 13).  Inilah yang menjadi tema TK Khalifah bahwa kita dituntut untuk mengajarkan Ketauhidan.

Nasihat Agar Memegang Teguh Ketauhidan
Disebutkan oleh firman-Nya, (QS.Luqman [31]: 16)

Artinya : "(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui." 
Seandainya amal sekecil dzarrah (biji kecil) itu dibentengi dan ditutupi berada dalam batu besar yang membisu atau hilang dan lenyap di kawasan langit dan bumi, maka sesungguhnya Allah SWT pasti akan membalasnya. Demikianlah karena sesungguhnya Allah pasti akan membalasnya. Demikianlah karena sesungguhnya Allah, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dan tiada sebutir dzarrah pun, baik yang ada di langit maupun di bumi, terhalang dari penglihatan-Nya. Oleh sebab itulah disebutkan oleh firman-Nya, (QS.Luqman [31]:13)

Nasihat Agar Mendirikan Shalat
Lukman al-Hakim terus-menerus memberikan pengarahan kepada anaknya dalam pesan selanjutnya. Kisahnya disebutkan oleh firman-Nya, (QS.31:17)

Artinya : "Hai anakku, Dirikanlah shalat...."
'Aqimish-shalaata, dirikanlah shalat, lengkap dengan batasan-batasan, fardhu-fardhu, dan waktu-waktunya. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

Nasihat Agar Memiliki Keberanian Memerintah kepada Kebaikan
Pesan Lukman al-Hakim yang keempat adalah agar anaknya memiliki keberanian untuk memerintah manusia untuk berbuat baik. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 17)

Artinya : "...dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik...." 

Nasihat Agar Memiliki Keberanian Mencegah Kemungkaran
Pesan Lukman al-Hakim yang kelima adalah agar anaknya memiliki keberanian untuk mencegah orang-orang yang berada di sekitarnya berbuat kemungkaran. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 17)

Artinya :"...dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar...."
Terhadap pesan Lukman al-Hakim yang keempat dan kelima kepada anaknya di atas, Ibnu Katsir memberikan keterangan, Wa'mur bi'l-ma'ruufi wanha 'ani'l-mungkar, perintahkanlah perkara yang baik dan cegahlah perkara yang munkar menurut batas kemampuan dan jerih payahmu. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

Nasihat Agar Bersabar Terhadap Musibah yang Menimpa
Pesan Lukman al-Hakim yang keenam adalah agar anaknya bersabar terhadap musibah yang menimpa. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 17)

Artinya : "...dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."
Karena sesungguhnya untuk merealisasikan amar ma'ruf dan nahyi mungkar, pelakunya pasti akan mendapat gangguan dari orang lain. Oleh karena itulah, dalam pesan selanjutnya Lukman memerintahkan kepada anaknya untuk bersabar.

Nasihat Agar Tidak Bersikap Sombong terhadap Orang Lain
Pesan Lukman al-Hakim yang ketujuh adalah agar anaknya jangan memalingkan muka dari manusia karena sombong, merasa diri paling tinggi derajatnya dari orang lain. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 18)

Artinya : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)...." 

Nasihat Agar Tidak Angkuh dalam Menjalani Hidup
Pesan Lukman al-Hakim yang kedelapan adalah agar anaknya tidak angkuh dalam menjalani hidup. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 18)

Artinya : "...dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Berjalan di muka bumi dengan angkuh, ialah cara berjalan dengan langkah yang angkuh dan sombong dan enggan untuk bercampur gaul dengan orang lain (disebabkan kesombongannya itu). Cara berjalan yang maupun Khalik (Allah SWT) atapun makhluk (manusia) sama-sama tidak menyukainya. Cara berjalan yang sombong adalah indikasi akan lupa dirinya seorang hamba kepada Dzat Allah SWT (yang hanya Dia yang berhak untuk sombong). (Sayyid Qutb : 1992 : 2790).

Manusia menjalani hidup diantaranya dengan berjalan menelusuri relung-relung kehidupan setiap harinya. Lukman al-Hakim mengajarkan kepada anaknya untuk tetap tawadlu' (rendah hati) dan tidak takabbur (sombong) diantanya dengan menekankan agar dalam cara berjalan tidak berjalan dengan angkuh dan sombong.

Nasihat Agar Menyederhanakan Cara Berjalan
Pesan Lukman al-Hakim yang kesembilan adalah agar anaknya menyederhanakan cara berjalan. Nasihat kesembilan ini berserta nasihat ketujuh, kedelapan dan kesepuluh adalah sama-sama menekankan untuk tidak berlaku sombong dan menanamkan sifat tawadlu' kepada anak.


Setelah Lukman al-Hakim memperingatkan anaknya agar waspada terhadap akhlaq yang tercela dengan nasihat ketujuh dan kedelapannya, dia lalu menggambarkan kepadanya akhlaq mulia yang harus dikenakannya. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 19)

Artinya : "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan....
Waqsid fii masyika, Yakni berjalanlah dengan cara jalan yang pertengahan, tidak dengan langkah yang lambat dan tidak pula dengan langkah yang terlalu cepat, namun dengan langkah yang pertengahan antara lambat dan cepat. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

Nasihat Agar Melunakkan Suara
Nasihat Lukman yang terakhir kepada anaknya yang terdapat dalam Qur'an surat Luqman adalah agar anaknya melunakkan suara dalam berbicara dengan orang lain. Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 19)

Artinya : "...Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai".
Menurut al-Maraghi, waghdud min shautik, yakni kurangilah dari nada suara dan ringkaslah dalam berbicara, dan janganlah meninggikan suaramu ketika tidak ada keperluan apapun untuk meninggikannya, karena hal itu adalah tindakan yang dipaksakan oleh yang berbicara dan dapat mengganggu diri dan pemahaman orang lain. (Al-Maraghi : 1974 : 86).


Bagaimana membangun karakter anak ?

Dorothy Law Nolte, melalui puisinya yang popular.

Jika Anak dibesarkan dengan Celaan, maka ia belajar Memaki
Jika Anak dibesarkan dengan Permusuhan, maka ia belajar Berkelahi
Jika Anak dibesarkan dengan Ketakutan, maka ia belajar Gelisah
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Iba, maka ia belajar Menyesali Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Olok-Olok, maka ia belajar Rendah Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Iri Hati, maka ia belajar Kedengkian

Jika Anak dibesarkan dengan Dorongan, maka ia belajar Percaya Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Toleransi, maka ia belajar Menahan Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Pujian, maka ia belajar Menghargai
Jika Anak dibesarkan dengan Penerimaan, maka ia belajar Mencintai
Jika Anak dibesarkan dengan Dukungan, maka ia belajar Menyenangi Diri
Jika Anak dibesarkan dengan Pengakuan, maka ia belajar Mengenali Tujuan
Jika Anak dibesarkan dengan Berbagi, maka ia belajar Kedermawanan

Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Kejujuran dan Keterbukaan, maka ia belajar Kebenaran dan Keadilan
Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Aman, maka ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika Anak dibesarkan dengan Persahabatan, maka ia belajar Menemukan Cinta dalam Hidup
Jika Anak dibesarkan dengan Ketentraman, maka ia belajar Berdamai dengan Pikiran


Sumber

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Nasihat Lukman Al-Hakim dalam Al Quran"

Posting Komentar

Silakan layangkan kritik,saran, cendol de el el