Ramadhan Hari-20: UBAH FORMASI

Sesungguhnya tidak ada orang maupun kaum, yang mengalami perubahan nasib tanpa mereka mengubah dulu formasi barisan mereka.

Di dunia ini lebih banyak pekerjaan yang membutuhkan kebersamaan dari pekerjaan yang dapat dilakukan sendiri-sendiri.  Lebih banyak fardhu kifayah dari fardhu ain.  Sebagai contoh: kewajiban sholat lima waktu adalah fardhu ain, tetapi ada sedikitnya tujuh hal terkait sholat yang merupakan fardhu kifayah, yaitu: 
- membuatkan jadwal sholat sehingga orang dimudahkan mengetahui kapan harus sholat.
- mengumandangkan adzan agar orang tahu waktu sholat telah tiba.
- menyediakan air untuk wudhu.
- menyediakan tempat yang suci untuk sholat.
- menyediakan pakaian yang suci dan menutup aurat.
- mencarikan arah kiblat.
- mencarikan imam yang bacaannya baik.

Kalau jama'ah sholatnya semakin banyak dan perlu ruang yang khusus (masjid), maka juga fardhu kifayah untuk:
- menyediakan bahan material bangunan masjid.
- mencarikan tukang atau insinyur akan yang membangun.
- mendirikan sekolah tukang atau sekolah insinyur yang akan kompeten membangun masjid.
- mencarikan dana pembangunan masjid.
- dst.

Di dalam sholat jama'ah, formasi sangat menentukan.  Oleh karena itu, imam dianjurkan untuk memerintahkan jama'ah agar meluruskan dan merapikan shaf.  Orang yang berdiri di belakang imam diharuskan orang yang cukup kapasitasnya untuk sewaktu-waktu mengingatkan imam kalau salah dalam bacaan atau rukun sholat.  Orang tersebut bahkan harus siap untuk menggantikan imam bila sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Demikian juga di dalam peperangan.  Jumlah dan persenjataan pasukan kadang tidak sepenting formasi pasukan.  Formasi adalah bagaimana pasukan diorganisir, disusun pembagian kerjanya, pembagian jam dinasnya, sebaran penempatannya, dsb.  Kalau formasinya bagus, maka pasukan yang kecil dapat mengalahkan pasukan yang besar, atau setidaknya menahannya sehingga tidak dapat dikalahkan.  Kita melihat dalam sejarah, bagaimana Khalid bin Walid dengan 3000 orang pasukan bisa menahan pasukan Romawi yang berjumlah 200.000 orang.  Tetapi kita juga melihat, bagaimana Inggris hanya dengan dua kapal tentara bisa menundukkan bala tentara Cina yang terletak sangat jauh dari negerinya.

Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari.  Kalau kita ingin berbagai rencana kita berjalan baik, kita harus memilih formasi yang tepat atau bahkan membentuk formasi baru ketika yang diperlukan belum ada.  Kalau kita ingin sukses berkarier sebagai insinyur, maka kita harus membentuk dan bergabung dalam suatu asosiasi profesi insinyur.  Di situlah kita bisa saling belajar, saling berbagai pengalaman, saling meringankan beban dan saling mengingatkan.  

Umat Islam yang berjumlah hampir 2 Milyar manusia di dunia, jelas membutuhkan formasi, di mana mereka bisa saling belajar, saling berbagi pengalaman, saling meringankan beban dan saling mengingatkan.  Mereka perlu kekuatan yang real, sehingga mereka tidak mudah dipermainkan oleh penjajah, juga oleh krisis lingkungan global maupun disorientasi kehidupan post-modern.  Bahkan lebih dari itu, hanya dengan formasi yang baru itu, umat Islam akan kembali dapat memainkan peran sejarahnya sebagai rahmatan lil 'alamin, yakni ketika dia sebagai umat terbaik di dunia, mampu menyuruh yang ma'ruf, mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah.



Mestinya Ramadhan adalah bulan untuk mulai mengubah formasi kita. Mudah-mudahan, pada hari ke-20 bulan Ramadhan, kita sudah meningkatkan kualitas formasi kita, agar Allah mengubah nasib kita.
Source: http://goo.gl/0MK2GC

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ramadhan Hari-20: UBAH FORMASI"

Posting Komentar

Silakan layangkan kritik,saran, cendol de el el